Minggu, 10 Juli 2016

PERILAKU TERCELA

   Dalam kehidupan ini kita selalu berperilaku dengan orang lain, perilaku dalam agama Islam dikenal dengan sebutan "akhlak". Akhlak dibagi menjadi 2 yaitu akhlak terpuji dan akhlak tercela. Sebagai seorang muslim kita harus meninggalkan akhlak tercela dan senantiasa melakukan akhlak terpuji. Akhlak tercela diantaranya adalah riya, hasad, aniaya, dan diskriminasi. Berikut penjelasannya :                                                    
  • Riya
   Riya secara bahasa adalah memperlihatkan. Riya adalah memperlihatka. Riya adalah memperlihatkan suatu ibadaha atau amal baik kepada manusia,bukan untuk mencari ridho Allah SWT. Riya adalah syirik kecil yang dapat merusak keimanan dan hukumnya haram. wajib hukumnya menjauhi perbuatan ini. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya
   " Sesuatu yang sangat aku takutkan yang akan menimpa kamu ialah syirik kecil. Nabi SAW ditanya tentang apa yang kau maksud dengan syirik kecil itu, maka beliau menjawab, yaitu riya. "(H.R. Ahmad)

Akibat buruk perilaku riya antara lain :
  1. Malas berbuat baik jika tidak ada orang lain,
  2. Amal yang dilakukannya tidak diterima Allah,
  3. Terhalang dari Taufik dan Hiadayah Allah,
  4. Mendapat azab diakhirat, dan
  5. Aibnya akan terbuka didunia maupun diakhirat.
Cara menghindari perbuatan riya ;
Membiasakan bersykur kepada Allah AWT,
  1. Meninggalakan sifat pamer,
  2. Senantiasa ikhlas dan mengharap ridho Allah dalam beramal,
  3. Selalu berdo'a memohon kepada Allah agar hati ikhlas dan lurus, dan
  4. Muhasabah dan intropeksi diri. 
  • Hasad
   Hasad adalah sikap tidak senang terhadap orang lain yang mendapatkan kebaikan atau kesenangan. Hasad disebut juga dengan dengki, perilaku hasad dilarang dalam Islam karena termasuk perilaku tercela dan mendapat dosa. Orang yang beriman wajib menjauhinya.Sebagaimana sabda Rasulullah yang artinya ;
   " Janganlah kamu saling mendengki, saling memutuskan hubungan, saling membenci, dan saling membelakangi tetapi jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara, sebgaimana yang telah diperintahkan Allah kepadamu. " (H.R. Bukhari dan Muslim).

Akibat buruk/ bahaya sifat hasad antara lain :
  1. Merusak keimanan,
  2. Menghilangkan kebaikan,
  3. Mendapatkan ketercelaan dan kehinaan baik didunia maupun diakhirat,
  4. Menghancurkan persatuan, kesatuan dan persaudaraan, dan
  5. Mengakibatkan kufur nikmat.
Cara menghindari sifat hasad :
  1. Memperbanyak rasa syukur,
  2. Menumbuhkan sifat qanaah (sifat selalu merasa cukup dengan apa yang diberikan oleh Allah),
  3. Membiasakan diri untuk bersifat husnudzon,
  4. Bersilaturahmi,
  5. Menyadari bahwa hasad akan membawa dampak buruk, dan
  6. Tidak iri terhadap kebahagiaan orang lain.( Seperti firman Allah dalam Q.S. An-Nisa : 32).
  • Aniaya 
     Kata aniaya dalam bahasa Arab adalah zalim yang artinya perbuatan menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya atau tidak semestinya atau tidak menurut tuntunan agama. Kata aniaya berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya bengis.  Allah SWT berfirman dalam Q.S Al-Baqoroh ayat 229 yang artinya
" Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka Itulah orang-orang yang zalim. "                            Aniaya merupakan perbuatan yang tidak baik dan sudah sepatutnya kita hindari. Penganiayaan merupakan kejahatan yang bersifat mengancam harta dan jiwa. Perbuatan aniaya sama dosanya dengan mencuri, bahkan bisa lebih besar, karena didalamnya terdapat unsur kekerasan. Jika sampai membunuh korbannya maka jelas perbuatan itu termasuk salah satu dosa besar. Firman Allah dalam Q.S Al-Maidah ayat 33 yang artinya
   " Sesungguhnya pemabalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan dimuka bumi, hanyalah mereka dibunuh dan disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dangan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan diakhirat mereka beroleh siksaan yang besar ".

Alasan yang membuat perbuatan aniaya harus dihindari antara lain sebagai berikut :
  1. Menyebabkan kersesahan dalam hati,
  2. Dilarang oleh Allah SWT,
  3. Mencemarkan nama baik,
  4. Tidak disenangi orang lain, dan
  5. Akan mendapatkan siksaan dari Allah SWT.( Sesuai firmannya dalam Q.S Yunus ayat 13).
Perilaku aniaya dibagi menjadi 4 macam :

  1. Aniaya kepada Allah SWT, yaitu tidak melaksanakan perintah-Nya dan atau menerjang larangan-Nya. Aniaya terbesar adalah menyekutukan Allah SWT. (Sebagaimana firmannya dalam Q.S Al -Lukaman ayat 13).
  2. Aniaya kepada orang lain, seperti gibah ,fitnah, adu domba, mencuri, dan sebagainya.
  3. Aniaya kepada bianatang, dengan menelantarkan dan menyikasanya.
  4. Aniaya kepada diri sendiri, seperti malas, mabuk, memakai obat terlarang, bunuh diri, menyiksa diri sendiri, dan sebagainya.
Cara menghindari perbuatan aniaya yakni :
  1. Saling menasehati dan mengingatkan,
  2. Selalu memohon perlindungan kepada Allah dari sifat aniaya dan zalim,
  3. Meningkatkan kesadaran bahwa manusia itu tadak dapat hidup sendiri,
  4. Meningkatkan kesadar bahwa sebenarnya manusia telah banyak melakukan kezaliman, dan
  5.  Berusaha melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya.
  • Diskriminasi 
     Dalam bahasa Arab kata diskriminasi disebut tafriq, sedangkang dalam bahasa Inggris yaitu discrimination yang artinya perbedaan perlakuan. Diskriminasi adalah perbedaan perilakuan atau pengucilan yang langsung atau tidak langsung berdasarkan agama, ras, kelompok, etnik, golongan status sosial, jenis kelamin, kepercayaan/ agama, politik,bahasa, dan lain-lain.
     Diskrimansi merupakan perbuatan yang tercela dan dilarang untuk dilakukan, Islam tidak mengenal adanya diskriminasi. Islam mengajarkan bahwa setiap manusia mempunyai kewajiban yang sama, yaitu beribadah kepada Allah SWT dan mempunyai hak yang sama sesuai dengan kewajiban masing-masing.
    Dihadapan Allah SWT  semua manusia adalah sama, yang membedakan manusia adalah kualitas ketakwaan kepada Allah SWT.  Allah SWT  berfirman dalam Q.S Al-Hujurat ayat 13 yang artinya
" Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mulia lagi Maha Mengenal. "
  Islam telah memberi tuntunan bahwa sikap diskriminasi harus dihilangkan karena tidak sesuai fitrah manusia.
Cara menghindar dari sifat diskrimansi antara lain :
  1. Gemar silaturahmi,
  2. Menumbuhkan sikap persatuan dan kesatuan, 
  3. Bersikap toleransi atau tasamuh terhadap sesama,
  4. Tidak suudzon, suka mengolok, atau memfitnah anatara yang satu dengan yang lain, dan
  5. Memiliki keyakinan bahwa manusia di hadapan Allah SWT adalah sama, yang membedakannya adalah kualitas takwanya kepada Allah.
Terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat...!!!







2 komentar:

Unknown mengatakan...

baguss yaf bacaan'y..(y) :)

ahmadyafi mengatakan...

Arigato gozaimasu..syukron katsiran..tahnkyou so much..terimakasih banyak..