Assalamualaikum wr wb. Teman-teman apa kabar?? Semoga dalam keadaan baik dan sehat.aamiin..Hai teman kalian pasti sering mendengar kata "karangan ilmiah" bukan?? Mungkin diantara kalian ada yang sudah tau dan ada juga yang belum tahu apa itu karangan ilmiah. Untuk yang sudah tahu mari kita mengingatnya lagi dan bagi yang belum tahu mari kita belajar sama-sama belajar. Nah dalam kesempatan kali ini mari kita belajar bersama mengenai karangan ilmiah yu>...
Karangan ilmiah yaitu tulisan atau karangan yang disusun
dengan metode ilmiah, yaitu metode yang didasarkan cara berpikir yang
sistematis dan logis. Masalah-masalah yang disajikan di dalamnya adalah
masalah-masalah yang objektif dan faktual. Keobjektifan dan kefaktualan suatu
masalah turut ditentukan oleh topik masalah. Sebagai contoh bila kita menemukan
bacaan yang betopik “ Pengaruh pemberian pakan pelet BR terhadap pertambahan
berat badan ayam kampung umur 10 hingga
40 hari “, sekilas kita sudah dapat menebak bahwa tulisan tersebut
merupakan jenis karangan ilmiah. Lain halnya jika topiknya “ prahara para
imigran ”. Topik yang berkemungkinan untu dianggap sebagai karangan ilmiah atau
karangan non-ilmiah (fiksi), bergantungkepada isi pembahasan topik tersebut
adalah sesuatu yang benar-benar terjadi, tulisan tersebut diklasifikasikan ke
dalam karanangan ilmiah. Namun, bila hal yang di ungkapkan adalah hal-hal yang
imajinatif, tulisan tersebut diklasifikasikan ke dalam karanangan non-ilmiah
(fiksi).
Karangan ilmiah
mengutamakan aspek rasionalitas dalam pembahasannya. Untuk membuktikannya
diperlukan objektivitas dan kelenkapan serta tingkat kebenaran yang
takterbantahkan atas data. Berdasarkan contoh di atas, misalnya untuk
memperkuat pernyataan “ jumlah imigran semakin menurun”, penulis perlu
membuktikannya dengan data statistik tentang angka penurunan tersebut.
Karangan ilmiah harus bersifat impersonal, berbeda dengan
sebuah novel yang pengarangnya bisa ber-aku, dia, dan kamu. Kata ganti yang
digunakan dalam karangan ilmiah harus bersifat universal, yakni “ilmuan”, bukan
“saya”. Selain itu, kalimat yang disarankan adalah kalimat pasif. Oleh karena
itu, tidak dibenarkan bila seorang penulis menyatakan proses pengumpulan data
dengan kalimat seperti “Saya bermaksud mengumpulkan data dengan menggunakan
kuesioner.” . Kalimat yang harus digunakan , misalnya, “Data akan dikumpulkan
dengan menggunakan kuesioner.”. Dalam hal ini, pengumpul data adalah seorang
peneliti atau ilmuan yang dinyatakan secara tersirat.
Karangan ilmiah memerlukan kelugasan dalam pembahasannya.
Oleh karena itu, penggunaan kata dan kalimat yang bermakna ganda perlu
dihindari. Makna yang terkandung didalam kata atau istilah juga harus
diungkapkan secara eksplisit untuk mencegah timbulnya pemberian makna yang
berbeda dan untuk menyamakan presepsi antara penulis dan pembaca. Misalnya,
jika dalam karangan digunakan kata frase dan klausa, penulis harus menjelaskan
arti kedua kata itu sebelum melakukan pembahasan yang lebih jauh.
Karangan ilmiah juga mensyratkan ketetapan dan kepastian
makna. Dengan kata lain, bahasa yang digunakan harus reproduktif. Artinya, bila
penulis menyampaikan informasi berupa a, pembaca harus menerima informasi itu
berupa a pula. Informasi a yang dibaca harus merupakan reproduksi yang
benar-benar sama dari informasi a yang ditulis.
Nah giman teman-teman?? sekarang semua sudah tahu bukan apa itu karangan ilmiah semoga bermanfaat ya. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan kita semua . Dikesempatan berikutnya kita akan membahas tentang ciri-cirinya. Terima kasih telah membaca ..salam sukses.. Jangan lupa like, bagikan dan comment ya teman-teman !! Sampai bertemu dipostingan saya yang berikuytnya...
Wassalamu'alaikum wr wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar